Selasa, 15 Desember 2009

MENGHITUNG USIA KEHAMILAN & KELAHIRAN

Bingung kita hamil atau tidak??? diuji tespack belum yakin??

Kita coba-coba hitung aja yuk.....

Dengan cara menghitung Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT), dan menggunakan Rumus Neagele:
yaitu:
tanggal haid  - bulan  - thn terakhir haid
       +               -                   +
       7               3                  1               =
tanggal lahir   bulan lahir   tahun lahir bayi kita nanti

misalnya bulan lalu kamu haid tanggal 15 November 2009, normalnya kamu biasa haid pada bulan berikutnya adalah tanggal 8 atau 15 Desember 2009, namun ternyata kamu tidak mengalami haid hingga tanggal 15 tersebut, nah maka tanggal 15 November 2009 itulah yg di sebut Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT).

Jadi mari kita hitung sbb:
a. 15 ditambah 7
    (7 berarti perhitungan 7 hari)

b. November adalah bulan 11, dikurangi 3
    (3 berarti 3 bulan, anggapan usia kehamilan adalah 9 bulan dari 12 bulan)

c. 09 ditambah 1
    (anggapan periode setahun kedepan)

jadi enaknya gini:
15 -  11 -  09
 +      -     +
 7      3     1  =
22     8    10

nah kemungkinan di calon dede lahirnya tanggal; 22 Agustus 2010 (atau mungkin tanggalnya maju 1-2 minggu, bisa tanggal 15-8-2010 atau 7-8-2010)

So, ketika kamu merasa tanggal 15 Desember 2009 ini belum juga haid, kemungkinan tanggal 22 Desember 2009 kamu sudah hamil dengan usia kehamilan 1 bulan. Nah, baru deh di coba dengan tespack atau lebih baik kontrol aja ke dokter kandungan atau bidan.

bagaimana??
(hihihi, bicara pada diri sendiri nih, abis bentrok sama jadwal ronsen gigi. Katanya kalau hamil tidak boleh dironsen, karena si janin akan terpapar radiasi yg membahayakan)

rumus diambil dari berbagai sumber dan menghitung sesuai perkiraan dan dugaan saya sendiri pada pengalaman anak pertama.

Kamis, 03 Desember 2009

Ketika Shidqi Terserang Muntaber

Makan sedikit tiba-tiba hueeekkk...muntah.
Tak lama kemudian, dia berlari-lari memegangi belakangnya. Terburu-buru membuka celana dan masuk ke WC dengan terbirit-birit.  Drrooottt....mencret seperti bubur.


Itu yg dialami Shidqi anakku. Mulai terasa mual saat dia bilang kepada sang ayah: Siqi mau untah.
Terpaksa mereka meninggalkan barisan jama'ah yg sedang mendengarkan ceramah usai sholat Iedul adha. Dan dia pun muntah dikejauhan.

Pulangnya kami sarapan, lalu melayat tetangga yang sedang berduka karena kematian ibunya setelah melahirkan. Disana Shidqi duduk dipangkuan saya, ternyata dia pun tertidur.


Mulai saat itulah, kejadian yang membuat kami ikut menderita melihat Shidqi bolak balik WC hanya untuk muntah & BAB, minum saja membuat dia muntah. Bila tak sempat, kasur jadi wahana kasus muntaber itu. Berganti-ganti seprei, mesin cuci menjadi lembur mencuci.

Makan tak mau, karena dia merasa akan muntah lagi. Bujuk rayu kami berikan padanya. Tapi dia hanya bilang : Siqi mau bobo aja. Atau tiba-tiba bangun dan berkata: bunda, Siqi mau imung air anget.

Pilu saya melihat kesabaran & kepasrahannya. Apalagi jadi amat menyesal mengingat saya sempat marah-marah pada dia karena selalu kelepasan muntah di kasur.


Tapi subhaanallah, yang membuat kami bersemangat kembali, melihat sosoknya yang mulai ringkih tapi dia pandai (Allah SWT lah yang mengajari dia).
Tahukah kawan?? dia pandai sholat dalam keadaan duduk. Anak usia 3 tahun, tapi mengerti bagaimana cara dia sholat dalam keadaan duduk. Kami terperangah. Bagaimana mungkin?

Aaahh, diingat-ingat, ternyata pasti karena dia pernah melihat kondisi saya seperti itu. Saat lutut ini tersiram air panas dan selama hampir sebulan saya melakukan sholat fardhu, sunnah, dan tarawih dalam keadaan duduk.

Tapi yang membuat kami terharu, tanpa diajari anak langsung belajar dengan sendirinya.
Masya Allah ini bukti kekuasaan Allah.
Dalam Q.S Al 'Alaq: 5 Allah SWT berfirman: "Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya."


Ini hari keenam dia masih menderita, kami pun tak henti-hentinya berusaha. Tetap memberikan makanan lunak & air putih serta minuman pengganti ion tubuh. Saya tak ingin membawanya ke dokter. Kenapa?? terdengar tega?? aahh..lebih tega jika memberi dia obat antibiotik & macamnya itu. Dari kecil dia sudah terlalu sering diberi obat2an kimia. Apalagi BABnya tidak ada indikasi darah, sehingga tak perlu obat antibiotik pencegah infeksi. Mungkin ini hanya gejala syndrom pergantian cuaca yang tak menentu. 

Dan pernah saya baca, jika anak mengalami muntah & mencret itu merupakan aksi tubuh menolak kuman dan racun dalam tubuh, dan dikeluarkan melalui muntah ataupun mencret.
Saya pasrah, sabar dan berusaha tenang, hanya Allah SWT yang akan menyembuhkannya. Tetap memperlakukan Shidqi dengan baik.

Tak diduga, petunjuk pun datang. Awalnya ada keinginan hati menelepon teman lama, Dina namanya. Dia seorang dokter. Padahal saya hanya ingin menyampaikan ada reuni untuk angkatan kami. Ternyata dia menanyakan kabar Shidqi. Tahu keadaan Shidqi sekarang, dia menyarankan untuk memberi Lacto-B, dijual bebas di apotik.

Adduuuh..tak terpikir sama sekali, kenapa tidak memberi dia pengobatan alami??? dengan memberi bakteri baik untuk melawan bakteri jahat di saluran pencernaannya. Dan itu adalah bakteri Lactobasillus. Biasanya terdapat dalam produk youghurt, keju & Yakult. Baca aja di http://id.wikipedia.org/wiki/Lactobacillus
Terimakasih kawan, terimakasih ya Allah...


Bergegas kami belikan Lacto-B, harga sekitar 35ribuan/ perbungkus isi 10 sachet (sekedar untuk patokan harga bagi yg belum tahu). Sekalian Imboost sebagai penambah kekebalan tubuhnya. http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2013657 .
Saya juga menduga dalam kedua produk tersebut mengandung salah satu mineral yaitu Zink  Bisa dibaca pada http://www.kompas.com/read/xml/2008/09/23/11212338/zinc.mineral.peningkat.kekebalan.tubuh


Alhamdulillaah. Ternyata sedikit ada perubahan. Muntah & mencretnya seperti di rem. MAMPET!!! dan sudah mau makan.
Dan Shidqi sudah bisa bernyanyi lagi dan tertawa-tawa. Subhanallaah.
Lucunya lagi, saat diajak sholat saya bertanya:
"Shidqi sholatnya berdiri nih? udah sehat ya? udah gak lemes?" 
"Iya udah cehat, gak emes lagi".............
huhuhu, ngembyeng lagi air mata saya.


Selasa, 24 November 2009

Fun Bike yang membuat Shidqi tampil di koran, sambil tidur??

Setelah selesai dari "sedikit" merenovasi rumah, aku dan suamiku ingin menjajal kemampuan kami bersepeda. Walhasil, atas desakan pertanyaan suami: mau ikut fun bike di Depok apa enggak? Hmm, akhirnya kujawab: ya udah ikut aja, buat refreshing. Padahal badan masih capeek deh nungguin tukang.

Minggu pagi, kami berangkat dari rumah di Pusparaya jam 06.00, dengan bekal roti lapis gula, sebotol air teh manis & sebotol air putih, menuju stasiun Bojonggede. Dengan atribut yang Insyaallah cukup safety, kami mempercepat rute mengejar jadwal kereta, melewati jalan pintas kampung yg jalanannya cukup "offroad" alias becek bergunduk-gunduk.

Suami cukup tidak yakin apakah kami akan dapat kereta atau tidak, yaaa fifty-fifty lah, aku cukup yakin. Kalau tidak dapat kereta, yaa gowes aja menuju WALIKOTA DEPOK. Wuih... 10km jaraknya kesitu.

Alhamdulillaah, saat kami tiba, ada pengumuman bahwa kereta api ekonomi AC akan tiba, wow..beli tiket sampai terbirit-birit. Di lokomotif, terlihat masinis mau menunggu kami (padahal lonceng peringatan yang bunyinya: ning-nung itu sudah berbunyi, tapi kereta belom mau berangkat), berlari-lari kami menuju kereta, hap..naik semua. Alhamdulillah pula, ternyata ada yg berlari menuju kami dan mengatakan: bu, ini tiketnya jatuh!

Aahh, saking terburu-burunya, 2 tiket jatuh. Sedangkan aku hanya membawa 2 tiket lainnya (kami belikan tiket untuk sepeda juga lho). Total tiket: 4 lembar @Rp.5,500
Terimakasih semua. Terimakasih pak, mau mengambilkan tiket kami yang jatuh. Terimakasih pak masinis yang mau menunggu kami sampai naik ke kereta, dan terimakasih mas (yang membawa burung dalam sangkar) membantu kami menaiki sepeda kedalam kereta yg cukup tinggi.

15 menit perjalanan di kereta. Angin AC cukup membuat keringat pagi kami berhenti. Akhirnya sampai juga di stasiun Depok Baru. Melalui ITC Depok, kami menunggu satpam yang baru membuka gerbang belakang. Swiiing..kami melaju lagi menuju Walikota Depok. Akhirnya....tiba juga, tidak terlambat.

Jam 07.00 start akan dimulai. Rute Fun Bike yang diselenggarakan oleh Jurnal Depok adalah: lapangan walikota Depok, Jalan Raya Margonda, Perumahan Grand City Depok dan kembali lagi menuju lapangan walikota Depok. Ya cukup melelahkan, walau masih katagori rute dekat. Tanjakannya itu lho..banyak.

Angin sepoi-sepoi pun membuat Shidqi anak kami tertidur di boncengan sepeda ayahnya. Memang jadi unik, semua yang melewati kami cuma tersenyum-senyum sambil menyapa: anaknya tidur tuh paak.. Ini juga yang membuat wartawan Jurnal Depok mengabadikannya di koran edisi Senin, 23 November 2009. Tapi jadi ketawa sendiri, kok munculnya di kolom asal jeplak ya? Judulnya juga gak nyambung, hihihihi...

Ini dia hasilnya:  



dan ini hasil editku:




Abis keliling rute sepeda, gak lupa kami foto-foto deh sambil mengikuti acara doorprize: (narsis aja)





Selesai acara suami mengajak pulang: gowes aja yaa, gak usah naik kereta.
"Waduh kan jauh yah." protesku.
"Yaa, coba aja. Santai aja kok."
"Tapi nanti mampir-mampir yaa.., eh udah azan zuhur. Sholat aja dulu, biar tenang."
"Oke."

Setelah itu, 1 jam kami melaju, tiba di Citayam. Mampir dulu di RM Pondok Baru, makan menu Padang. Lahap makannya, termasuk Shidqi. Habis itu ngantuukk.. tapi sempet lihat ceramahnya Yusuf Mansur tentang Naik Haji. Ya, Allah beri kesempatan itu untuk kami, aamiin.

Melaju lagi menuju rumah. Tiba sekitar pukul 02 siang. Alamaaakk..baru terasa pegel dan ngantuk. Bener deh ngantuknya hebaaatt....